<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9803">
 <titleInfo>
  <title>Strategi Penanganan Komunikasi Krisis:</title>
  <subTitle>Studi Kasus Perubahan Lokasi Acara Konser Stray Kids Jakarta 2024</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Samelia Noelani Lawalata</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan industri konser K-Pop di Indonesia terus meningkat, namun dalam praktiknya masih kerap menghadapi kendala teknis maupun non-teknis yang dapat memicu krisis komunikasi. Salah satu kasus yang menarik adalah perubahan lokasi acara pada konser Stray Kids Jakarta 2024, yang menimbulkan kekecewaan dan reaksi kuat dari penggemar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanganan komunikasi krisis yang dilakukan oleh promotor dalam menghadapi situasi tersebut serta menilai dampaknya terhadap reputasi promotor di kalangan penggemar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan memperoleh data melalui wawancara mendalam dengan penggemar, praktisi, serta ahli komunikasi. Analisis dilakukan dengan kerangka teori Situational Crisis Communication Theory (SCCT) untuk mengkaji strategi komunikasi, dan Expectation Disconfirmation Theory (EDT) untuk menilai kesenjangan harapan dengan kenyataan yang dialami penggemar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterbatasan transparansi dan keterlambatan informasi memperburuk persepsi publik, sehinga memicu penurunan kepercayaan terhadap promotor. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa komunikasi yang cepat, konsisten, dan empatik dapat meredam eskalasi krisis serta menjadi peluang untuk memperkuat hubungan jangka panjang dengan khalayak. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan komunikasi krisis yang matang, kesiapan promotor dalam menghadapi perubahan mendadak, serta penerapan strategi komunikasi yang berbasis teori untuk menjaga kepercayan publik di tengah dinamika industri hiburan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Komunikasi Krisis, Reputasi, Konser K-Pop, Situational Crisis Communication Theory, Expectation Disconfirmation Theory.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Teguh Poeradisastra, MM.</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations &amp; Digital Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2025</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Skripsi-Kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Samelia Noelani Lawalata</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PRDC.244.25</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S102923SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PRDC.244.25</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9803</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-30 11:48:37</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-02 10:29:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>