<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9627">
 <titleInfo>
  <title>Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Kampung Adat Kranggan, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alsa Manda Apliant</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengembangan pariwisata di Indonesia menjadi fokus pemerintah saat ini karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pengembangan destinasi wisata yaitu dengan mengembangkan desa wisata di daerah-daerah yang ada di Indonesia seperti Kampung Adat Kranggan. Pengembangan desa wisata bisa dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat desa mulai dari tahap perencanaan hingga pengawasan. Menurut Cohen &amp; Uphoff, partisipasi masyarakat terbagi menjadi 4 dimensi yaitu: 1) Partisipasi dalam proses pembuat keputusan, 2) Partisipasi dalam pelaksanaan, 3) Partisipasi dalam pemanfaatan hasil, 4) Partisipasi dalam evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan narasumber, review buku, dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat di Kampung Adat Kranggan pada tahap pembuat keputusan dan evaluasi masih kurang dilibatkan karena pembuat peraturan dan keputusan hanya kelurahan dan para pemangku adat yang menentukan. Sedangkan pada tahap pelaksanaan, masyarakat berpartisipasi untuk bergotong royong mulai dari harta, benda, maupun tenaga. Kemudian pada pemanfaatan hasil, masyarakat yang memiliki usaha kecil dapat diuntungkan karena banyak wisatawan yang berkunjung ke Kampung Adat Kranggan membeli dagangannya.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Desa Wisata, Pariwisata Berbasis Masyarakat, Kampung Adat Kranggan, Pariwisata, Kota Bekasi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Jati Paras Ayu, MM.Par</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Hospitality &amp; Tourism Business</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2025</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Skripsi-Kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Alsa Manda Apliant</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.HPL.002.25</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S102752SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.HPL.002.25</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9627</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-23 11:43:19</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-24 10:27:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>