<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9623">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Semiotika Iklan Bank Central Asia (BCA):</title>
  <subTitle>“Jangan Mau Jadi Korban Penipuan Online. Don’t Know? Kasih No!”</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haikal Rahman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Selain memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan manusia, perkembangan pesat teknologi juga menghadirkan kejahatan-kejahatan baru melalui jaringan internet seperti phishing. Merespons fenomena phishing yang kian meningkat, PT Bank Central Asia Tbk mengambil langkah dengan membuat gerakan edukasi melalui iklan bernama “Don’t Know? Kasih No!” yang berfokus pada edukasi keamanan data pribadi dan pencegahan terhadap kejahatan phishing. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis tanda dan makna pesan phishing yang terdapat dalam iklan BCA “Jangan Mau Jadi Korban Penipuan Online. Don’t Know? Kasih No!” melalui peran Indro Warkop. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini layak untuk dikaji dari segi semiotika dengan menggunakan penelitian kualitatif yang berorientasi pada metode analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Penelitian ini dibagi dalam 12 bagian dari keseluruhan adegan iklan yang merepresentasikan kejahatan phishing melalui “Triangle of Meaning”, meliputi sign, object, dan interpretant. Hasil analisis penelitian ini, memperlihatkan bagaimana elemen-elemen tanda bekerjasama untuk menciptakan makna yang mendalam tentang pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan sikap waspada terhadap ancaman phishing yang merugikan finansial maupun emosional. Penelitian ini menyarankan untuk melanjutkan tanda yang digunakan dalam penelitian untuk seri iklan berikutnya secara konsisten.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Semiotika, Charles Sanders Peirce, Iklan, Phishing</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Marketing Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2025</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Skripsi-Kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Novrita Widiyastuti, M.Si.</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Haikal Rahman</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.MKT.045.25</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S102748SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.MKT.045.25</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9623</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-23 11:32:59</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-29 11:41:35</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>