<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9234">
 <titleInfo>
  <title>Komunikasi Humor Pada Konten “Jaga Paspor” Di Instagram @Ditjen_Imigrasi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ningsi Demanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>-</extent>
 </physicalDescription>
 <note>&quot;Penyebaran informasi yang dilakukan oleh humas pemerintah di Media sosial, erat kaitannya dengan implementasi UU Keterbukaan Informasi Publik, menumbuhkan awareness dan upaya mendekatkan hubungan instansi dengan masyarakat serta membangun citra positif instansi. Namun pada praktiknya, publikasi di media sosial instansi pemerintah sering dinilai terlalu kaku, rumit, formal dan kurang menarik. Ditjen Imigrasi sebagai instansi pemerintah yang menjalankan fungsi pelayanan, pengawasan dan penegakan hukum di bidang keimigrasian telah menggunakan humor sebagai satu dari sekian alat untuk meningkatkan ketertarikan publik serta upaya persuasi, salah satunya melalui konten “Jaga Paspor”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma konstruktivis untuk melihat dan menggali fenomena tersebut secara lebih mendalam. &#13;
	Pada hasil penelitian ditemukan bahwa, strategi penggunaan humor diperoleh melalui proses kompleks yaitu riset, quality control dan evaluasi berkala. Tidak hanya meningkatkan engagement, humor juga menimbulkan perubahan pemahaman dan sikap audiens. Meskipun pesan disampaikan dengan humor, ditinjau dari Teori Kredibilitas Sumber, Ditjen Imigrasi menjaga kredibilitasnya sebagai sumber informasi keimigrasian dengan memperhatikan tiga komponen yaitu, kepercayaan, Keahlian dan Daya Tarik. Kepercayaan ditonjolkan melalui etika, konsistensi pesan, dan konten yang tidak melanggar SARA, Keahlian tergambar dari kemampuan teknis dalam pengelolaan konten, dan Daya Tarik dengan variasi konten, kolaborasi serta trivia. Berdasarkan pengklasifikasian Teknik humor menurut Berger (2017), diketahui bahwa Logic, Identity dan Action, merupakan teknik humor yang paling ditonjolkan untuk optimalisasi konten.&quot;&#13;
&#13;
Kata Kunci: humas pemerintah, jaga paspor, humor, persuasi, kredibilitas sumber.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>thesis</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Corporate Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2024</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Ningsi Demanto</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Yohannes Don Bosco</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S2.CC.021.24</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S202604SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S2.CC.021.24</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>rnyretheth.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9234</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-17 12:58:26</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-18 10:00:16</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>