<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9165">
 <titleInfo>
  <title>Representasi Pengalaman Kehilangan Dalam Film A Man Called Otto</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Monalisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>-</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kehilangan adalah pengalaman yang tak terelakkan bagi setiap individu. Saat seseorang menghadapi kehilangan, mereka melalui berbagai reaksi dan emosi yang menggambarkan kedukaan. Namun, tidak semua orang menyadari proses kedukaan ini, sehingga seringkali mereka kesulitan melewatinya. Mulai dari kesedihan, kemarahan, penolakan, hingga depresi, bahkan mungkin muncul keinginan untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup. Pengalaman kehilangan ini sering terwujud dalam bentuk film. Sebagai medium seni dan narasi, film menjadi representasi nyata dari realitas, memungkinkan penonton untuk merasakan empati terhadap pengalaman yang digambarkan. &quot;A Man Called Otto&quot; adalah salah satu contoh film yang memperlihatkan perjalanan kedukaan dengan sangat mendalam. Melalui karakter Otto, penonton dapat menyaksikan transformasi dari keputusasaan menjadi ketahanan, dengan bantuan dari hubungan baru dan dukungan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kehilangan dalam film &quot;A Man Called Otto&quot; dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sander Peirce dan tahapan kedukaan oleh Kubler Ross, serta penambahan tahapan oleh David Kessler. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana kehilangan direpresentasikan dalam film, menggunakan pendekatan penelitian kualitatif.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kehilangan, Kedukaan, Film, Representasi, Semiotika</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Margaretha Margawati Van Eymeren</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2024</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Fakultas Komunikasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Broadcasting &amp; Digital Media Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Monalisa</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.BDMC.037.24</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S102537SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.BDMC.037.24</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>rnyretheth.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9165</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-15 10:29:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-17 13:34:13</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>