<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9041">
 <titleInfo>
  <title>Implementasi Etika Bermedia Sosial TikTok Untuk Membentuk Gaya Hidup Gen-Z di Jakarta</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yuvi Astia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu yang menjadi tolak ukur pembentukan dalam media sosial yaitu adalah seperti postingan dalam memperlihatkan gaya hidup dari kegiatannya. Kesimpulannya, etika bermedia sosial penting untuk memastikan bahwa TikTok dapat mendukung perkembangan pribadi dan sosial Gen-Z secara positif. Penelitian ini menganalisis penerapan etika bermedia sosial di TikTok dan akibatnya terhadap gaya hidup Generasi Z di Jakarta. Dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pengguna TikTok, kreator konten, dan ahli etika, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana etika diterapkan dalam pembuatan dan konsumsi konten di platform tersebut. Temuan menunjukkan bahwa meskipun TikTok memberikan peluang bagi pengguna untuk mengekspresikan diri dan terhubung dengan komunitas, terdapat tantangan dalam mempertahankan etika, terutama dalam menghadapi tekanan untuk mengikuti tren dan promosi produk. Konten yang diproduksi sering kali memberikan pembentukan terhadap gaya hidup konsumtif dan aktualisasi diri pengguna, dengan akibat positif dan negatif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pendidikan etika media sosial, promosi konten positif, dan kesadaran konsumen sebagai langkah untuk memitigasi hal yang menyebabkan negatif dan meningkatkan tanggung jawab dalam penggunaan TikTok.&#13;
&#13;
Etika Media Sosial, Generasi Z, TikTok</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Yohanes Don Bosco Doho</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2024</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Fakultas Komunikasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>&quot;Public Relations &amp; Digital Comm (E-Learning  PJJ)</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Yuvi Astia</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PRDC.070.24</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S102421SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy.</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PRDC.070.24</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>cover_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9041</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-12 16:10:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-13 10:30:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>