<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9000">
 <titleInfo>
  <title>Peran Public Relations BAPETEN Sebagai Media Komunikasi Melalui Media Sosial Dalam Pengawasan Tenaga Nuklir</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ratubian Putri Garini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>-</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peran PR BAPETEN sebagai komunikator tentang adanya Net Zero Emission di industri nuklir, yang mencakup pengembangan teknologi nuklir ramah lingkungan, meningkatkan efisiensi nasional, energi terbarukan dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. PR BAPETEN belum memastikan masyarakat mengetahui konsep NZE, namun telah melakukan komunikasi kepada masyarakat di media sosial dalam menjelaskan adanya rencana NZE untuk mendukung energi nuklir sebagai pencapaian emisi di Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian komunikasi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang merujuk pada teori excellence public relations dalam model Two-ways Symmetrical, teori ini menyatakan bahwa membangun hubungan yang baik dengan publiknya melalui komunikasi yang efektif dan transparan. Dapat disimpulkan bahwa peran public relations Badan Pengawas Tenaga Nuklir dalam memberikan komunikasi yang transparan, relevan serta tepat waktu kepada masyarakat melalui sosial media Bapeten. Dalam hal memberikan komunikasi yang memiliki kriteria yang baik dan mudah dimengerti membuat masyarakat melihat peran PR BAPETEN melaksanakan tugas nya dengan baik. Di akhir penelitian, dapat disimpulkan bahwa peneliti memberikan beberapa saran terkait dengan adanya komunikasi secara dua arah melalui PR BAPETEN dan masyarakat dalam mengkomunikasikan bahwa adanya rencana Net Zero Emission di Indonesia, dengan itu peneliti menyarankan agar kedepannya PR BAPETEN dapat terus melakukan komunikasi yang baik, transparan, hingga tepat waktu kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Peran Public Relations, Media Komunikasi, Pengawasan Tenaga Nuklir, Net Zero Emission</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Nico A. Wattimena</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2024</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Fakultas Komunikasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations &amp; Digital Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Ratubian Putri Garini</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PRDC. 192.24</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S102381SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PRDC. 192.24</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>rnyretheth.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9000</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-12 13:25:48</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-12 14:09:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>