<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8758">
 <titleInfo>
  <title>An Analysis Of The Hashtag #MeToo To Build Social Awareness On Women's Rights Advocacy In Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tiara Putri Edita Ilyas</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">en</languageTerm>
  <languageTerm type="text">English</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Isu-isu hak-hak perempuan merupakan masalah utama yang masih dialami oleh banyak perempuan hingga saat ini, terutama dengan meningkatnya komunikasi online melalui platform media sosial. Banyak upaya advokasi telah diciptakan dan dipopulerkan, salah satunya adalah gerakan yang paling menonjol yaitu #MeToo yang diciptakan sebagai platform bagi perempuan untuk berbicara tentang pengalaman mereka sendiri dengan kekerasan seksual, untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap korban, atau sebagai ruang aman bagi korban untuk mencari dukungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan #MeToo melalui platform X atau yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter untuk mengidentifikasi apakah gerakan ini membangun kesadaran sosial terhadap advokasi hak-hak perempuan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori Jaringan Advokasi Transnasional (politik informasi, politik simbolis, politik leverage, politik akuntabilitas) untuk lebih mendiskusikan cakupan kesadaran terhadap advokasi hak-hak perempuan di Indonesia. Penelitian ini mengungkapkan bahwa dampak #MeToo terhubung dengan upaya advokasi lokal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kesadaran terhadap upaya dan korelasi antara gerakan global dan persepsi Indonesia.&#13;
&#13;
Kata Kunci: #MeToo, X, Twitter, Jaringan Advokasi Transnasional, Kekerasan Seksual, Indonesia, Hak Perempuan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>International Relations Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Danu Ega</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2024</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Fakultas Komunikasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Tiara Putri Edita Ilyas</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.IRC.081.24</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S102141SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.IRC.081.24</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8758</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-08 15:00:16</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-10 10:47:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>