<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8138">
 <titleInfo>
  <title>Representasi Perempuan terhadap Penerimaan Diri dalam Video Musik &quot;Tutur Batin&quot; oleh Yura Yunita</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Olivia Tri Deswita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Standar kecantikan adalah masalah kompleks yang diabadikan oleh media untuk perempuan. Ekspektasi yang tidak realistis dan sering kali tidak dapat dicapai yang ditetapkan oleh standar-standar ini dapat menimbulkan trauma bagi perempuan. Namun, Video Musik Tutur Batin dari Yura Yunita menawarkan harapan bahwa standar-standar tersebut dapat dipatahkan jika perempuan belajar untuk menerima dan mencintai diri mereka apa adanya. Peneliti menganalisis representasi perempuan dalam Video Musik tersebut dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes dan mengidentifikasi beberapa adegan yang menyampaikan nilai penerimaan diri bagi perempuan. Video Musik ini menyampaikan pesan bahwa kecantikan berasal dari konsep diri dan penerimaan diri sangat kuat dan dapat menginspirasi perempuan untuk menolak standar kecantikan yang merugikan dan merangkul kecantikan mereka yang unik. Meskipun standar kecantikan bagi perempuan masih menjadi isu yang terus berkembang, Video Musik Tutur Batin dari Yura Yunita menawarkan pesan penuh harapan tentang penerimaan diri dan cinta diri. Dengan memberdayakan diri mereka sendiri dengan merangkul kecantikan mereka yang unik dan menolak standar kecantikan yang merugikan, para wanita dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama dan menciptakan budaya kecantikan yang lebih positif.  &#13;
&#13;
Kata kunci: Standar Kecantikan, Video Musik, Representasi, Penerimaan Diri, Perempuan, Semiotika, Roland Barthes  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Mass Communications</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Wibawa Prasetya</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2023</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Olivia Tri Deswita</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.MC.042.23</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S101762SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy.</sublocation>
    <shelfLocator>S1.MC.042.23</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8138</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-06 13:33:09</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-02 10:09:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>