<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8059">
 <titleInfo>
  <title>Implementasi Diplomasi Publik Oleh Indonesian Student Association at the University of Washington (ISAUW) Dalam Acara &quot;Keraton 2022&quot; di Amerika Serikat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fiona Natashya Ramadhiyanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diplomasi publik merupakan salah satu aspek terpenting bagi suatu negara, karena berperan dalam memberikan dukungan terhadap negara tersebut melalui citra positif terhadap politik luar negeri Indonesia di mata masyarakat negara lain. Selain itu, diplomasi publik juga memiliki peran lain yang tak kalah penting yaitu untuk mempromosikan kepentingan nasional melalui pemahaman dan mempengaruhi publik di negara lain agar semakin mengenal negara tersebut. Itulah mengapa diplomasi publik menjadi salah satu instrumen dari soft power. Penelitian ini difokuskan pada Persatuan Mahasiswa Indonesia yang ada di salah satu universitas di Amerika Serikat, yaitu University of Washington, yang telah menyelenggarakan festival budaya Indonesia dengan nama “Keraton 2022”, yang bertujuan untuk mempromosikan identitas budaya Indonesia dengan fokus area utamanya adalah di Seattle. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana acara “Keraton 2022” yang diselenggarakan oleh ISAUW sebagai bentuk diplomasi publik Indonesia di Amerika Serikat. Jenis metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara dan data sekunder berupa buku, jurnal, dan situs web. ISAUW dalam melakukan diplomasi publik melalui acara Keraton 2022 telah sesuai dengan teori Neoliberalisme dan konsep Diplomasi Publik. Selain itu juga menyebarluaskan dan menginformasikan, memberikan pemahaman infografik Indonesia kepada WNA di Seattle agar semakin mengenal negara Indonesia, dan semua hal tersebut dilakukan secara sukarela melalui acara festival budaya, tanpa paksaan dan kekerasan. &#13;
&#13;
Kata kunci: ISAUW, Diplomasi Publik, Soft Power, Neoliberalisme, Mahasiswa Indonesia, University of Washington, Keraton  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>international relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Syarif Iqbal</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2023</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Fiona Natashya Ramadhiyanti</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.IR.013.23</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S101644SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy.</sublocation>
    <shelfLocator>S1.IR.013.23</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8059</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-05 13:36:51</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-28 12:13:43</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>