<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7271">
 <titleInfo>
  <title>Perencanaan Kampanye ‘Serenity’ Billy Buttons Dengan Tema Quarter-Life Crisis</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nicole Audrey</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Quarter life merupakan masa transisi dari fase remaja menuju fase dewasa, yang umumnya terjadi pada usia dua puluh hingga tiga puluh tahun. Dalam fase perkembangan usia tersebut, individu mengemban harapan dan tuntutan dari orang-orang terdekat individu mencakup pekerjaan, memilih pasangan, kemandirian secara finansial, serta tanggung jawab atas dirinya sendiri.Ketidakseimbangan antara tuntutan sosial dalam perkembangan pada masa transisi dapat menyebabkan krisis identitas pada remaja yang disebut sebagai Quarter-life Crisis. Individu yang mengalami krisis seperempat abad kurang mampu untuk menerima kondisi diri sendiri serta keterbatasan yang dimiliki dan kurang mampu mengoptimalkan potensi diri dalam upaya pengembangan diri. Kegagalan ini dapat berpengaruh pada penghargaan diri (self-esteem), afek positif dan kesejahteraan psikologis individu. Berdasarkan research yang telah dilakukan oleh pembuat karya, mayoritas remaja Indonesia mengaku merasa tertekan dengan tuntutan sosial. Maka dari itu pembuat karya membuat perencanaan karya Kampanye “Serenity” yang berkolaborasi dengan sebuah fashion brand yaitu Billy Buttons dimana brand tersebut memiliki visi misi dan fillosofi yang dapat mendukung penyampaian pesan dengan efektif mengenai kampanye ber-tema-kan quarter life crisis kepada khalayak publik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>non skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2022</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Tommi Parnando, SE, PgD.Qm</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Nicole Audrey</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PR.109.22</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S101380SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy.</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PR.109.22</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi_s2.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7271</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-09 08:45:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-13 09:20:58</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>