<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7178">
 <titleInfo>
  <title>Upaya Mengatasi Kecemasan Dalam Public Speaking Pada Generasi Z Dan Milenial</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dean Novia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Generasi Z dan Milenial merupakan generasi dengan kepribadian yang bergantung dengan teknologi digital, kepribadian ini lambat laun dapat menurunkan kepercayaan diri mereka yang kemudian membentuk kecemasan sosial. melakukan public speaking, komunikator dituntut untuk mampu menyampaikan materi dengan baik, sehingga pesan yang ingin disampaikan akan dapat diterima, oleh audience. Namun, jika seseorang memiliki kecemasan sosial akan cenderung merasa gugup dan takut akan melakukan kesalahan dalam penyampaian informasinya, yang pada akhirnya pendengar akan menjadi kesulitan untuk menangkap isi dari pesan yang ingin disampaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak apa yang dapat terjadi terhadap kepribadian generasi Z dan Milenial yang bergantung pada teknologi digital dalam praktek public speaking nya dan upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan public speaking tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa data primer yaitu wawancara semi-terstruktur dan data sekunder berupa jurnal, buku, dan dokumen-dokumen, dengan teknik analisis data menggunakan konsep dari Miles dan Huberman. Generasi z dan generasi milenial, memiliki karakteristik yang terikat dengan teknologi dan sosial media, hal ini memberikan efek nyaman yang kemudian menurunkan kepercayaan diri mereka dan kemudian dapat menimbulkan sebuah kecemasan sosial yang memberikan dampak secara fisik dan mental. Upaya untuk mengatasi kecemasan public speaking dapat dilakukan dengan mempersiapkan bahan menggunakan formula 5W+1H, latihan dengan baik, melakukan breathing exercise.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2022</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Dean Novia</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Riska Afrianti, M.Si.</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PR.030.22</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S101287SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Hardcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PR.030.22</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>cover_thesis.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7178</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-07 15:14:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-09 09:07:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>