<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6270">
 <titleInfo>
  <title>Kajian terhadap Cognitive Dissonance pada Followers Instagram Ibunda.id terkait Kesehatan Mental pada mada Pandemi Covid-19</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sevlira Dellianggi Chuzaini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sejak akhir 2019, dunia sedang dihadapkan dengan pandemi covid- 19 yang memberikan dampak pada banyak aspek kehidupan, salah satunya  adalah kesehatan mental. Kesadaran akan kesehatan mental perlu untuk ditingkatkan karena masih banyak orang yang tidak sadar bahwa kesehatan mentalnya sedang menurun atau sadar tetapi tidak mencari tahu lebih lanjut tentang apa yang sedang dialami. Ibunda.id adalah perusahaan yang menyediakan konseling online dan kerap memberikan pesan seputar kesehatan mental melalui Intagram. Pesan mengenai kesehatan mental dapat menimbulkan disonansi bagi pembacanya jika terdapat ketidakonsistenan antara pemikiran yang dimiliki dengan informasi baru. Penelitian ini melihat peran Ibunda.id dalam membagikan pesan atau konten yang dapat menimbulkan disonansi untuk meningkatkan kesadaran terkait isu kesehatan mental melalui media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan pengumpulan data berupa wawancara. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Cognitive Dissonance Theory. Melalui penelitian ini Ibunda.id menerapkan tahapan awareness-consideration-sales dalam menimbulkan disonansi dan informasi yang menimbulkan disonansi adalah informasi yang bersifat kontradiktif.  &#13;
&#13;
Kata Kunci: Cognitive Dissonance, Public Relations, Kesehatan Mental &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Rino F. Boer</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2021</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Sevlira Dellianggi Chuzaini</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PR.0134.21</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S101140SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy.</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PR.0134.21</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>mmm.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6270</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 14:19:16</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-01 11:21:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>