<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6123">
 <titleInfo>
  <title>Comma:</title>
  <subTitle>Konsep Pertunjukan Seni Kontemporer Retoris Bertujuan Untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Tindakan Bunuh Diri</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bryan Ferguson</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bunuh diri, pada kenyataannya, diafirmasi oleh masyarakat sebagaisebuah fenomena psikologi dan sering dikaitkan dengan penyakit mentalseperti depresi. Hal ini didukung oleh pendapat Lickerman yang merupakanseorang dokter dan penulis yang berfokus pada kesehatan jiwa. Sementaramenurut Durkheim yang merupakan bapak sosiologi modern menanggapibunuh diri sebagai fenomena sosial yang berkorelasi dengan hubungansosial antar-manusia. Dalam COMMA, Aktivisme untuk mengangkattindakan bunuh diri sebagai fenomena sosial merupakan fondasi lahirnyakonsep ini menjadi sebuah pertunjukan. Bunuh diri diartikulasikan melaluimodus pertunjukan seni kontemporer retoris menggunakan 7 langkahmanajemen event oleh Any Noor; Penetapan tujuan, Rencana Awal, DetailRencana, Diskusi Rencana, Mengelola Perencanaan Acara,Pengorganisasian Acara, Legalitas. Pertunjukan ini dipresentasikan olehempat orang seniman yang menggeluti bidang seni yang berbeda.Argumentasi antara setuju atau tidaknya tentang tindakan bunuh diridibawakan melalui fokus disiplin masing-masing seniman. Teganganpersonal-komunal menjadi bahasan yang keluar masuk dan berkali-kalidibenturkan dengan kemanusiaan, agama dan norma. Pembuat karyamenghembuskan itu semua ke semesta perbincangan mengenai konsepkarya ini.&#13;
&#13;
Kata kunci: Komunikasi Seni Pertunjukan, Seni Kontemporer, Manajemen Event, Bunuh Diri, Meningkatkan Kesadaran.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>non skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Mikhael Yulius Cobis</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2021</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Performing Arts</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Bathara Saverigadi Dewandoro</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PAC.08.21</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S101171SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PAC.08.21</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>mmm.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6123</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-09 15:13:26</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-25 14:33:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>