<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6084">
 <titleInfo>
  <title>MAKNA FILM IMPERFECT (2019) DITINJAU DARI ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elisa Nathania Leonardo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berdasarkan banyaknya isu body shaming yang masihsering terjadi di Indonesia. Untuk itu fenomena body shaming menjadikaninspirasi sebagai fokus penelitian pada film Imperfect. Film Imperfectmerupakan film Indonesia yang mengangkat cerita tentang adanya tekanandalam kehidupan perempuan terkait bentuk tubuh yang dimiliki. Tubuhperempuan yang tidak sesuai dengan standar yang berkembang maka akanmendapatkan tekanan untuk menyesuaikan standar yanga telah ada.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna pada filmImperfect. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatifdengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dengan begitu, teknikpengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara dan studikepustakaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa film Imperfectmerepresentasikan oposisi standar kecantikan melalui berbagai pemaknaandenotatif dan konotatif yang terlihat sepanjang film. Puncaknya dapat dilihatpada jargon “Dengarkan Hatimu, Tentukan Cantikmu”, yang memberikanpesan kepada penonton bahwa kecantikan bukan sesuatu yang terlihatmelalui sebuah standar penampilan fisik, tetapi sesuatu yang terpancar daridalam hati. Peneliti menemukan makna denotasi, konotasi maupun mitosyang terdapat pada Film Imperfect dalam adegan maupun dialog yangditampilkan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa standar kecantikanyang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari bersifat tidak mutlak,karena setiap kecantikan pada individu berbeda-beda.&#13;
&#13;
Kata kunci: Film Imperfect, Makna Film, Semiotika Roland Barthes&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Mass Communications</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Alexander Seran</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2021</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Elisa Nathania Leonardo</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.MC.018.21</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100965SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy.</sublocation>
    <shelfLocator>S1.MC.018.21</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>mmm.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6084</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-08 16:40:30</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-10 15:22:51</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>