<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5977">
 <titleInfo>
  <title>Fanatisme Budaya Hypebeast Di Kalangan Anak Muda Jakarta</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Febri Irawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan globalisasi menyentuh kehidupan manusia dan berdampak pada perubahan budaya. Pada penyabaran budaya terlihat adanya sebuah perkembangan teknologi informasi, sehingga dapat menyebarkan budaya tidak lagi harus melalui migrasi namun dapat dilakukan dengan media sosial dan media massa. Budaya Populer yang merupakan salah satu tahapan dari globalisasi, dengan adanya perkembangan teknologi budaya yang sudah ada turun termurun sekarang mulai bergeser karena adanya budaya tandingan. Seperti yang peneliti ini bahas adanya budaya tandingan yaitu budaya hypebeast. Dengan adanya budaya hypebeast banyak anak muda Jakarta yang menjadi masyarakat konsumsi. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitan ini adalah metode kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori Consumer Society dari Jean Baudrillard. Dalam melakukan penelitian ini, data primer yang didapatkan melalui proses wawancara mendalam dengan berbagai narasumber terkait subjek penelitian, adapun sekunder diperoleh melalui studi literatur, buku dan jurnal. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa anak muda Jakarta lebih mengkonsumsi tanda atau simbol pada citra suatu brand. Dan juga lebih mementingkan status sosial daripada kegunaannya. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Consumer Society, Popular Culture, Globalization.  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>international relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Andre Ikhsano</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2021</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Febri Irawan</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.IR.014.21</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100864SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy.</sublocation>
    <shelfLocator>S1.IR.014.21</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>mmm.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5977</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-02 12:03:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-25 09:08:29</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>