<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5278">
 <titleInfo>
  <title>Pengaruh Penggunaan Identitas Semu Pada Akun Instagram Terhadap Keterbukaan Diri</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nesya Pravitasari Suherman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Computer File</form>
  <extent>-</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu fenomena media sosial yang terjadi di Instagram adalah banyaknya akun dengan identitas semu atau fake instagram (Finstagram). Akun yang digembok (private) dengan tampilan foto dan username sembarang, terlihat tidak ingin diidentifikasi. Berawal dari adanya standar atau tren tertentu hingga perasaan dihakimi membuat pengguna merasa tidak nyaman ketika berbagi selain standar atau tren tersirat tersebut. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh penggunaan identitas semu pada akun Instagram terhadap keterbukaan diri. Data penelitian dihasilkan dari penyebaran kuesioner pada 100 sampel, yang selanjutnya diteliti menggunakan metode penelitian kuantitatif. Dengan menggunakan analisis regresi sederhana, diketahui bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang kuat dan pengaruh yang signifikan. Berlandaskan teori keterbukaan diri (self-disclosure theory), hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan identitas semu di akun Instagram atau disebut juga Finstagram berkontribusi sebesar 43,6% terhadap keterbukaan diri, sedangkan 56,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penggunaan identitas semu pada akun Instagram.&#13;
&#13;
Kata kunci: identitas semu, keterbukaan diri, Instagram, media sosial, komunikasi massa</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Mass Communications</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2020</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Dhita Widya Putri</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Nesya Pravitasari Suherman</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.MC.064.20</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100781SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.MC.064.20</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5278</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-05-03 10:46:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-03 10:47:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>