<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5235">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Wacana Kritis Pidato Presiden Jokowi Mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar Covid-19k</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tasya Salsabil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Computer File</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Komunikasi merupakan suatu kegiatan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Namun, terbiasa berkomunikasi sejatinya belum tentu memahami komunikasi. Pesan-pesan komunikasi dapat disampaikan secara tersirat maupun tersurat. Untuk memahami pesan tersirat dalam suatu teks inilah dibutuhkan analisis lebih lanjut guna memahami makna sesungguhnya yang ingin disampaikan oleh seorang komunikator. Pada awal Mei lalu, penduduk Indonesia dihebohkan oleh pernyataan Presiden Jokowi melalui pidatonya yang menyebutkan “berdamai dengan COVID-19”. Banyak yang mengkritik Presiden Jokowi atas pernyataannya tersebut. Pasalnya, karakteristik penyakit COVID-19 ini tergolong ganas, sehingga “berdamai” bukanlah jalan yang tepat untuk menyelesaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu makna sesungguhnya yang berusaha Presiden Jokowi sampaikan melalui pidatonya menanggapi Pembatasan Sosial Berskala Besar, 7 Mei 2020, di Istana Merdeka, DKI Jakarta. Dengan menggunakan teori Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk, hasil penelitian menunjukkan bahwa teks pidato Presiden Jokowi memenuhi struktur yang terdapat dalam AWK van Dijk. Diksi “berdamai dengan COVID-19” bukan bentuk menyerah, namun sebagai Tindakan selanjutnya yang diambil oleh pemerintah Indonesia dalam memerangi wabah COVID-19.&#13;
&#13;
Keywords:  Analisis wacana Teun A. van Dijk, analisis wacana, Presiden Jokowi, PSBB, COVID-19</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2020</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Lamria Raya Ftriani</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Tasya Salsabil</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PR.108.20</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100758SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PR.108.20</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5235</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-27 14:27:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-27 14:27:50</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>