<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5178">
 <titleInfo>
  <title>PEMBINGKAIAN DETIK.COM &amp; TRIBUNNEWS.COM TERHADAP “UANG PANAI” DALAM ADAT&#13;
BUDAYA PERNIKAHAN SUKU BUGIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Delaina Annur</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Computer File</form>
  <extent>-</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berawal dari salah satu tradisi adat yang sempat mencuat di pemberitaan media tentang tradisi uang panai’. Dilansir dari Detik.com dan Tribunnews, 9 Juli 2019, hal ini terjadi ketika seorang wanita di Jeneponto melakukan bunuh diri yang disinyalir, karena pernikahannya gagal dengan seorang pria yang ia cintai akibat uang panai yang tak mampu dipenuhi calon suaminya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan sudut pandang (angle berita) dan bagaimana cara kedua media online, yakni Detik.com dan Tribunnews.com dalam membingkai berita terhadap “uang panai” dalam adat budaya pernikahan suku Bugis. Penelitian ini menggunakan teori framing. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang memiliki struktur sintaksis, skrip, tematik dan retoris. Peneliti mengamati 8 artikel berita dari media online Detik.com dan 6 artikel dari Tribunnews.com. Dari hasil penelitian kedua media, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sudut pandang pada masing-masing media. Detik.com melakukan pembingkaian yang lebih netral dengan ‘uang panai’, sedangkan Tribunnews.com melakukan pembingkaian dengan menyayangkan tindakan keluarga korban, karena menetapkan uang panai yang tidak mampu dibayar calon suami korban.&#13;
&#13;
Kata kunci: Analisis framing, angle berita, uang panai</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Mass Communications</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Martha Warta Silaban</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2020</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Delaina Annur</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.MC.021.20</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100709SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.MC.021.20</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5178</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-26 09:11:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-26 09:12:02</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>