<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4562">
 <titleInfo>
  <title>Major Depressive Disorder Pada Lansia (Dibahas Dengan Sudut Pandang Psikologi)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Afdaliza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Medan</placeTerm>
   <publisher>Jurnal Kajian Pikologi dan Konseling Universitas Negeri Medan</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Computer File</form>
  <extent>14 halaman</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Seiring dengan meningkatnya harapan hidup pada lansia, meningkat pula jumlah penyakit yang ada, salah satunya penyakit mental kronis, yaitu depresi. Depresi bukanlah bagian yang normal dari proses penuaan, namun merupakan masalah yang umum yang terjadi pada lansia. Mereka akan menghadapi banyak duka cita karena kehilangan seseorang yang dicintai atau orang terdekat, menghadapi masa pensiun, kehilangan pekerjaan, perubahan kedudukan, prestise, dan menurunnya kondisi fisik maupun mental. Semua perubahan tersebut sering menimbulkan depresi. Sayangnya, depresi merupakan gangguan yang “bisu”, sehingga sulit untuk mendeteksi atau mendiagnosis depresi pada lansia. Banyak lansia dan keluarganya salah meyakini bahwa mereka tidak dapat berbuat apapun terhadap masalah mental dan perilaku, namun jika dilakukan diagnosa, pencegahan, dan treatment yang tepat terhadap depresi, maka lansia bisa hidup lebih lama dan lebih aktif. Terapi yang sering digunakan adalah psikoterapi singkat (sekitar empat bulan) berupa CBT, intervensi obat, dan kombinasi keduanya.</note>
 <note type="statement of responsibility">Deddy Irwandy (Reviewer)</note>
 <subject authority="">
  <topic>Psikologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Deddy Irwandy</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Afdaliza</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Major Depressive Disorder</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Lansia</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">25027190</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PRV0042</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="1186" url="" path="/3d9b0f68f10665904316246aab3e16b8.pdf" mimetype="application/pdf">Major Depressive Disorder Pada Lansia (Dibahas Dengan Sudut Pandang Psikologi)</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4562</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-21 09:25:16</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-21 09:32:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>