<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2614">
 <titleInfo>
  <title>MITOS OLAHRAGA DAN KESETARAAN:</title>
  <subTitle>ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES&#13;
PADA KAMPANYE NIKE “EQUALITY”</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Achmad Hamudi Assegaf</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beriringan dengan maraknya aksi protes dan perbincangan mengenai isu-isu kesetaraanyang telah menjadi perhatian dunia, juga  bertepatan momentum Black History Month2017 di Amerika Serikat, Nike--salah satu perusahaan pakaian olahraga terbesar dunia --merilis sebuah kampanye bertajuk “Equality” melalui sebuah video hitam-putih berdurasi 1 menit yang diunggah melalui kanal YouTube resminya  yang dibintangi oleh nama-nama besar seperti Michael B. Jordan, LeBron James, dan Serena Williams. Nike mengatakan bahwa kampanye tersebut bertujuan mengajak masyarakat untuk menerapkan kesetaraan dan rasa hormat yang ada dalam olahraga ke dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan metode kualitatif interpretif, peneliti hendak memahami makna dan pesan dalam video tersebut dengan mengungkap mitos yang dikonstruksi oleh pembuat video (Nike) berdasarkan simbol-simbol dan sistem signifikasi yang ada. Disertai gagasan-gagasan Jean Baudillard tentang iklan dan konsumsi sebagai pendukung teori utama, peneliti berhasil memahami bahwa melalui kampanye “Equality”, Nike berupaya menciptakan mitos dengan melambungkan nilaiolahraga sebagai aktivitas yang lebih dari sekedar adu fisik ataupun menang-kalah. Nike hendak menciptakan mitos bahwa olahraga mencerminkan nilai-nilai kehidupan sosial seperti sikap saling hormat, persaudaraan, dan kesetaraan yang kemudian mitos ini dapat mempersuasi masyarakat untuk melakukan konsumsi.&#13;
Kata kunci:  Kesetaraan, Olahraga, Semiotika, Mitos, Konsumsi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>thesis</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2018</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PGP</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Achmad Hamudi Assegaf</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>International Relations Communication</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S2.370.011.2018</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S200229SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S2.370.011.2018</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2614</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-31 13:50:06</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-22 15:16:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>