<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2380">
 <titleInfo>
  <title>Hubungan Antara Sosialisasi Melalui Instagram dan Antrian Fisik di Loket Imigrasi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadia Anzani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Media  sosial  instagram digunakan  publik  untuk  saling  berbagi  dan mencari  informasi  mulai  dari  informasi  pribadi  hingga  umum.  Hal  ini  lalu dimanfaatkan oleh perusahaan, organisasi, serta badan pemerintahan untuk membagikan informasi yang ingin disampaikan sehingga dapat menjangkau publik dengan mudah dan cepat. Salah satunya adalah Direktorat Jenderal Imigrasi yang memiliki akun instagram dengan nama @ditjen_imigrasi. Akun instagram ini digunakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi untuk membagikan informasi  mengenai  kebijakan  baru  serta  berkomunikasi  secara  langsung dengan publik.  Termasuk dalam  hal  mensosialisasikan informasi mengenai kebijakan baru yang dimiliki yaitu adanya aplikasi Antrian Paspor. Direktorat Jenderal  Imigrasi menggunakan  media sosial instagram sebagai salah satu sarana   untuk   mensosialisasikan   adanya   aplikasi   Antrian   Paspor   ini. Responden dalam penelitian ini diambil dari pengikut media sosial instagram @ditjen_imigrasi  sebanyak  122  responden.  Penelitian  ini  menggunakan metode kuantitatif dengan studi eksplanatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat  hubungan sebesar 0,792 antara penggunaan  media sosial terhadap  proses  sosialisasi  aplikasi  Antrian  Paspor.  Hal  ini  harus  menjadi perhatian   bagi   Direktorat   Jenderal   Imigrasi   untuk   terus   meningkatkan, mempertahankan,  dan  menciptakan  strategi  baru  dalam  mensosialisasikan aplikasi Antrian Paspor.&#13;
Kata Kunci: Media Sosial, Humas Pemerintahan, Sosialisasi Kebijakan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2018</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <name>Nadia Anzani</name>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PR.125.2018</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100445SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PR.125.2018</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2380</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-27 16:41:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-30 11:47:22</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>