<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2247">
 <titleInfo>
  <title>Objek Wisata Kamp Auschwitz sebagai Alat Diplomasi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Olivia Crystalino</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Saat  ini, Dark  Tourismadalah  salah  satu  fenomena  dalam  dunia pariwisata, yang berkembang di sekitar orang-orang yang tertarik pada objek wisata yang memiliki sejarah masa lalu yang kelam. Atraksi-atraksi ini adalah peringatan  berbagai  jenis  di  mana  tragedi,  kematian,  dan  penderitaan  telah terjadi selama masa lalu. Orang tertarik dengan istilah apa pun yang terkait dengan  kematian  dan  bencana.  Dalam  penelitianini,  peneliti  menekankan pada Kamp Auschwitz di Polandia, yang menjadi tiga terbaik destinasi Dark Tourismberdasarkanpopuler  di  dunia  selama  2017. Tujuandari  penelitian ini   adalah   untuk   mengetahui   seberapa   jauh   upaya Polandia   dalam melakukan diplomasi publikmelalui Kamp  Auschwitz sebagai Dark  Tourismdan  seberapa  suksesnya  mereka.Penelitian  ini  mengkaji  fenomena Dark Tourismmelalui  metode  penelitian  kualitatif  dengan  teknik  pengumpulan data  berupa  studi  pustaka,  wawancara,  dan  studi  kasus  dalam  pemikiran deskriptif. Konteks teoritis akan menyajikan definisi diplomasi publikdandark tourism.  Hasil  penelitian  ini  menyimpulkan  bahwa  diplomasi publikyang dilaksanakan  oleh  negara  Polandia  mampu  menjadikan  Kamp  Auschwitzmenjadi destinasi terbaik ketiga di dunia berdasarkan popularitas pada tahun 2017 dan masuk daftar warisan dunia UNESCO pada tahun 1974. Selain itu, organisasi The  International  Council  of  Auschwitz  Birkenaumemiliki  peran penting    dalam    melaksanakan    tugasmelestarikan    dan    melestarikan keberadaan Kamp Auschwitz.&#13;
Kata kunci:Diplomasi Publik, Dark Tourism</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>international relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2018</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Olivia Crystalino</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.IR.45.2018</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100397SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S1.IR.45.2018</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2247</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-23 16:36:07</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-30 14:34:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>