<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1822">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Daniel Sagala</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit menular HIV/AIDS menjadi salah satu penyakit darurat global menurut  Kementerian  Kesehatan  RI.  Kesadaran  masyarakat  juga  sangat rendah  mengenai  penyakit  ini.  Indonesia  menjadi  negara  yang  menempati urutan   ke   5  dengan   status   negara   paling   beresiko   HIV/AIDS   di   Asia. Rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan penyakit HIV/AIDS menimbulkan  suatu  masalah  baru,  yaitu  munculnya  stigma  pada  ODHA. Masyarakat  menganggap  bahwa  Orang  Dengan  HIV/AIDS  (ODHA)  yang mengidap HIV/AIDS karena menanggung sebuah kutukan akibat moral yang rusak. Pemikiran tersebut adalah kurang tepat dan keliru karena setiap orang memiliki  peluang  dapat  terpapar  virus  ini,  apa  lagi  memiliki  perilaku  yang beresiko terkena HIV/AIDS. Untuk dapat menghentikan stigma perlu kembali memberikan pemahaman yang benar pada masyarakat seperti yang dilakukan seorang  influencer  melalui  akun  instagramnya  @roryasyari.  Penelitian  ini menggunakan    metode    kuantitatif    dengan    teknik    pengumpulan    data menyebarkan  kuesioner  kepada  100  followers  akun  @roryasyari.  Hasil  dari penelitian  ini  menunjukkan  adanya  hubungan  antara  pesan  influencer  pada akun instagram @roryasyari dengan sikap followers terhadap hentikan stigma pada ODHA. Adapun saran untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai pengaruh pesan influencer pada sikap toleransi follower terhadap ODHA. &#13;
Kata kunci: Pesan, Influencer, Sikap, Followers, Stigma, HIV/AIDS</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <name>Daniel Sagala</name>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PR.032.2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100169SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PR.032.2019</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1822</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-19 18:48:17</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-18 14:08:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>