<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1798">
 <titleInfo>
  <title>Perencanaan Kampanye “No Excuse” Guna Meningkatkan Kesadaran Remaja Perempuan Akan Bahaya Kekerasan dalam Pacaran</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CHANDRA AYU SEPTIAWATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan  hasil  survei  UNPFA  2  dari  5  perempuan  atau  sekitar 41%   perempuan   di   Indonesia   mengalami   kasus   kekerasan   di   ranah personal.  Di  Indonesia  pelaku  kekerasan  di  ranah  personal  tertinggi  ialah pacar.  Merujuk  pada  CATAHU  milik  Komnas  Perempuan  ada  2.734  kasus kekerasan  dalam  pacaran  atau  biasa  disebut  KDP  yang  terjadi  pada  tahun 2016, 2.171 kasus pada tahun 2017, 1.528 kasus pada tahun 2018, dan naik menjadi 2.073 kasus pada tahun 2019. Tingginya kasus KDP karena banyak masyarakat  yang  tidak  mengetahui  hak  mereka  ketika  berpacaran.  Banyak pula masyarakat yang menganggap remeh tindak KDP padahal tindak KDP dampak  berdampak  serius  pada  korban  dimana  korban  berpeluang  besar untuk melakukan tindak non suicidal self injury seperti cutting dan membakar diri.  Selain  itu  korban  KDP  juga  berpeluang  besar  terkena  anxiety  dan depresi yang dapat berujung pada tindak bunuh diri. Perencanaan kampanye “No  Excuse”  dibuat  menggunakan  konsep  9  step  strategi  Public  Relations milik  Ronald  D.  Smith.  Dengan  menggunakan  strategi  komunikasi  informasi dan persuasi pada penyampaian pesan. Perancaan kampanye “No Excuse” diharapkan  dapat  menciptakan  kesadaran  pada  remaja  perempuan  akan bahaya KDP. &#13;
Kata kunci: Kekerasan dalam pacaran, remaja perempuan, PR campaign</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>non skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <name>CHANDRA AYU SEPTIAWATI</name>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PR.054.2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100146SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PR.054.2019</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1798</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-19 10:19:26</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-17 16:40:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>