<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1733">
 <titleInfo>
  <title>Prasangka dalam Proses Komunikasi Penyewaan Ruang Pribadi di Airbnb</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMAVIDA IMADUDDIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Seiring  dengan  revolusi  industri  4.0  sebagai  era  digitalisasi  dan informasi mendorong munculnya berbagai situs reservasi akomodasi secara online  yang  salah  satunya  ialah  Airbnb,  yang menawarkan  penyewaan akomodasi berupa ruang pribadi dengan konsep sharing economy yang dapat menghubungkan seseorang yang tidak saling mengenal untuk berbagi sumber daya.  Melalui  hal  tersebut, prasangka  merupakan  hal yang  tidak dapat dihindari. Prasangka yang ada tidak menutup kemungkinan untuk memberikan dampak  terhadap  bagaimana  cara  tuan  rumah  dan  tamu  berkomunikasi melalui perangkat komputer sebelum adanya kesepakatan dalam penyewaan ruang pribadi. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan teknik pengumpulan    data    wawancara    semi    terstruktur.    Untuk    menjabarkan fenomena  yang  terjadi,  peneliti  menggunakan  teori  utama  yaitu Prasangka yang  didukung  dengan  teori Social  Information  Processing oleh  Joseph Walther. Melalui dibuatnya penelitian ini, ditemukan bahwa komunikasi yang terjalin diantara tuan rumah dan tamu dapat mengurangi prasangka yang ada dan  menentukan  saling  menerima  satu  sama  lain  atau  tidak.  Dimana  hal tersebut dapat terjadi saat tuan rumah atau tamu yangmenjadi pengirim pesan dapat   memaksimalkan   kemampuan   linguistiknya   melalui   isyarat   verbal, sehingga  dapat  diinterpretasikan  secara  baik  oleh  salah  satu  pihak  sebagai penerima pesan.&#13;
Keywords: Airbnb,  Sharing  Economy,  Personal  Space, Prejudice, Social Information Processing, Ruang Pribadi, Prasangka&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <name>RAHMAVIDA IMADUDDIN</name>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PR.119.2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100080SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PR.119.2019</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi_dan_tesis_untuk_elibrary.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1733</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-18 14:04:30</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-22 11:18:30</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>