<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1592">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Wacana Van Dijk Tentang Realitas Penjara Di Lapas Sukamiskin Melalui Tayangan Mata Najwa Episode &quot; Pura - Pura Penjara &quot; Pada Channel Youtube Najwa Shihab</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Evelyn Tania Tandayu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Maraknya  tindak  pidana  korupsi  di  Indonesia  menjadi  masalah  yang  sangat  mengkhawatirkan. Salah  satu  lapas  yang  sering  menjadi  sorotan  di tengah masyarakat adalah Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. Peristiwa Operasi  Tangkap  Tangan  (OTT)  Kalapas  Sukamiskin,  Wahid  Husen  oleh Komisi  Pemberantas  Korupsi  (KPK)  mengindikasikanadanya  jual  beli  sel mewah,  izin  keluar  masuk  lapas  secara  bebas,  dan  fasilitas  tidak  wajar lainnya  yang  dapat  dinikmati  oleh  kalangan  napi  Tipikor.  Untuk  melakukan penelitian   lebih   lanjut,   maka   metode   yang   digunakan   adalah   metode Kualitatif  dengan  Analisis  Wacana  yang  berasal  dari  teori  Analisis  Wacana Van Dijk untuk mengetahui gambaran realitas penjara di Lapas Sukamiskin melalui  Episode  “Pura-Pura  Penjara”  di  channel  YouTube  Najwa  Shihab dilihat dari struktur teks, kognisi sosial, dan konteks. Hasil penelitian adalah adanya  temuan-temuan  fasilitas  tambahan  yang  diterima  oleh  napi Tipikor seperti,  fasilitas  kamar  hunian  yang  berbeda,  narapidana  dapat  berkunjung ke  kamar  hunian  lainnya  secara  bebas,  penyediaan  televisi,  pemasangan instalasi   listrik   di   dalam   kamar   sel,   memiliki   serta   menggunakan   alat elektronik  dan  alat  pendingin,  bahkan  memiliki  sejumlah  uang  tunai.  Dilihat dari  dimensi  kognisi  sosial,  Najwa  shihab  sebagai  pembawa  acara  Mata Najwa  juga  melakukan  investigasi  lanjutan  mengenai  kasus  ini,  Najwa menggunakan  teknik  komunikasi  persuasif  dalam  melakukan  wawancara terhadap    narasumber.    Sedangkan    secara    konteks,    wacana    yang berkembang  dalam  masyarakat  adalah  kasus  serupa  sudah  sering  terjadi dan   harus   ditangani   secara   tepat   oleh   pemerintah   serta   dilakukannya perubahan revolusi mental&#13;
Kata kunci : Korupsi, YouTube, Lapas Sukamiskin, Wacana Van Dijk, Mata Najwa</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Mass Communications</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <name>Evelyn Tania Tandayu</name>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>MC.019.2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100056TP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR TransPark</sublocation>
    <shelfLocator>MC.019.2019</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1592</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-17 13:24:48</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-28 12:23:40</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>