<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1555">
 <titleInfo>
  <title>Pameran &quot; Raven Is odd &quot; Untuk Kesadaran Kesehatan Mental</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rachel Vennya Roland</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sejak dahulu manusia sebenarnya sudah menggunakan seni sebagai media   untuk   berkomunikasi.   Eksistensi   seni   kontemporer   di   Indonesia berawal  dari  pameran  patung  salah  satu  seniman  Indonesia  yang  cukup terkenal  yang  kemudian  terus  mengalami  peningkatan  sampai  dengan  hari ini.  Saat  ini,  seni  kontemporer  khususnya  seni  instalasi  memiliki  ruang khusus  di  hati  masyarakat  khususnya  kaum  milenial  dan  hal  ini  dibuktikan dengan semakin banyaknya pameran-pameran seni instalasi yang diadakan baik di Jakarta maupun di luar Jakarta dan tidak sedikit juga pameran yang ada   dibuat   untuk   tujuan   sosial   dan   edukatif   yang   berkaitan   dengan kesehatan  mental.  Berdasarkan  data  resmi  dari  Kementerian  Kesehatan Republik   Indonesia,   saat   ini   tingkat   penderita   kesehatan   mental   terus mengalami  peningkatan.  Salah  satu  penyebab  nya  ialah  karena  kesadaran masyarakat   akan   pentingnya   kesehatan   mental   yang   sangat   rendah. Ironinya,hal  ini  masih  dianggap  tabu.  Pameran  “Raven  Is  Odd”  kemudian hadir  dengan  mengangkat  tema  khusus  yaitu  untuk  kesehatan  mental. Pameran  ini  menghadirkan  12  instalasi  yang  mengangkat  penyakit-penyakit mental  tertentu  yang  tentunya  dikemas  sedemikian  rupa  dengan  konsep yang menarik sehingga selain mengedukasi juga dapat meng-entertain para pengunjung.  &#13;
Kata Kunci:  Komunikasi, Raven Is Odd, Kesehatan Mental, Seni Instalasi L</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Performing Art Communications</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <name>Rachel Vennya Roland</name>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>PAC.004.2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100019TP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR TransPark</sublocation>
    <shelfLocator>PAC.004.2019</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1555</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-17 11:20:42</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-22 13:10:18</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>