<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1429">
 <titleInfo>
  <title>Makna Tenun Ikat Dayak Sintang ditinjau dari Teori Semiotika Sosial Theo Van Leeuwen</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Januarti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tenun ikat Dayak Sintang yang merupakan salah satu artefak budaya di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat dipakai oleh leluhur orang Dayak untuk menyampaikan pesan, nasihat dan kebudayaan suku Dayak kepada anak cucu mereka melalui motif-motif yang tertuang dalam tiap lembarkain tenun ikat DayakSintang. Selain itu, tenun ikat DayakSintangmenjadi bagian dalam kehidupan orang Dayak dan dipakai untuk keperluan adat istiadat serta pakaian sehari-hari, sehingga tenun ikat DayakSintangtidak hanya sebatas selembarkain, namun memiliki makna yang dalam bagi orang Dayak. Seiring perkembangan zaman, makna tenun ikat Dayak Sintang terindikasi mengalami pergeseran,sehingga peneliti melakukan penelitian tentang makna tenun ikat Dayak Sintang ditinjau dari teori semiotika sosial Theo Van Leeuwen,untuk memahami makna yang ada di tengahmasyarakat. Penelitian ini merupakan penelitiaan kualitatif dengan menggunakan paradigma interpretif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur pada orang-orang yang bersentuhan langsung dengan proses penenunan dan orang-orang yang menikmati hasil tenunan,serta observasi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna tenun ikat Dayak Sintang mengalami pergeseran ketika ada pengaruh dari luar yang mengubah pandangan orang Dayak mengenai tenun ikat Dayak Sintang, dan makna tenun ikat Dayak Sintangyang terbentuk saat ini adalah sebagai artefak budaya, identitas daerah, komoditas ekonomi serta potensi wisata dan investasi.&#13;
Kata kunci: Tenun ikat, dayak, sintang, artefak, handmade, culture, social semiotics, theo van leeuwen</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>thesis</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Marketing Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <name>Januarti</name>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S2.370.033.19</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S200141SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S2.370.033.19</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1429</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-07 11:46:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-23 16:24:49</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>