<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10125">
 <titleInfo>
  <title>Fenomena Persepsi Perempuan Terhadap Pasangan Ideal Di Dalam Serial Drama Korea Berdasarkan Cognitive Dissonance Theory</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ummu Afifa Ulfah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena persepsi perempuan terhadap pasangan ideal dalam drama Korea berdasarkan Cognitive Dissonance Theory menyoroti ketidaksesuaian antara ekspektasi ideal yang terbentuk dari konsumsi media dengan realitas hubungan yang dijalani. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk disonansi kognitif yang dialami perempuan serta bagaimana mereka menyelesaikan ketegangan kognitif tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, penelitian ini menggali pengalaman subjektif informan dalam menyeimbangkan ekspektasi ideal dari karakter pria dalam drama Korea dengan realitas hubungan mereka.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan dua kategori utama ketidaksesuaian kognitif: disonansi antara penggambaran romantis dalam drama Korea dan pengalaman hubungan pribadi, serta perbedaan harapan terhadap pasangan ideal dengan realitas hubungan. Perempuan sering mengalami kekecewaan, diatasi dengan kompromi atau eskapisme. Teknologi berperan dalam memperpanjang dan memperdalam disonansi ini, baik melalui konsumsi pasif terhadap konten yang memperkuat ekspektasi maupun melalui ekspresi aktif di media sosial, seperti berbagi pengalaman, mencari validasi sosial, atau mengkonsumsi narasi yang mendukung perasaan mereka. Keterbatasan jumlah informan membatasi generalisasi, namun pemilihan informan dengan latar belakang beragam membantu mengurangi bias. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami bagaimana media membentuk ekspektasi romantis dan strategi individu dalam mengelola ketidaksesuaian kognitif.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Disonansi Kognitif, Drama Korea, Ekspektasi Romantis, Persepsi Perempuan, Hubungan Asmara</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Dr. Rino F. Boer</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2025</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Non Thesis - Professional Seminar</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Ummu Afifa Ulfah</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S2.SPRM-CC.019.25</shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10125</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 14:35:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-30 15:18:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>