Record Detail
Advanced SearchText
Analisis Kesadaran Palsu Penggunaan Kecerdasan Buatan Pada Film Wonderland
Penelitian ini menganalisis representasi kesadaran palsu (false consciousness) dalam film Wonderland, yang menggambarkan bagaimana kecerdasan buatan memungkinkan individu untuk “bertemu kembali” dengan orang yang telah tiada melalui simulasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis, serta metode semiotika Roland Barthes untuk menelaah tanda-tanda visual dan naratif yang membentuk ilusi kebahagiaan dan kebutuhan palsu (false needs) dalam konteks kapitalisme digital. Melalui pemikiran Karl Marx, penelitian ini menjelaskan bagaimana teknologi menciptakan realitas semu yang diterima oleh individu sebagai kenyataan melalui simbol-simbol dalam film Wonderland. Sehingga menutupi relasi kuasa dan eksploitasi yang tersembunyi di baliknya. Hasil temuan menunjukkan bahwa Wonderland tidak hanya menampilkan kisah fiksi ilmiah, tetapi juga menyiratkan kritik terhadap budaya kontemporer, di mana individu cenderung larut dalam kenyamanan virtual dan kehilangan kemampuan untuk membedakan antara realitas autentik dan simulasi.
Kata Kunci: Kecerdasan Buatan, Kesadaran Palsu, False Needs, Karl Marx, Semiotika, Film Wonderland, Representasi Visual
Availability
| S202786SP | S2.DCMM.002.25 | Hanya Tersedia Softcopy | Available |
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Call Number |
S2.DCMM.002.25
|
| Publisher | : ., |
| Collation |
-
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
NONE
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available






