<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10081">
 <titleInfo>
  <title>MEMBONGKAR MITOS INFERIORITAS KULTURAL :</title>
  <subTitle>KOMEDI TUNGGAL SEBAGAI RESISTENSI SEMIOTIK TERHADAP STEREOTIP NTT YANG MENGAKAR</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Emanuella Ta Rebo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas peran komedi tunggal sebagai bentuk resistensi semiotik terhadap stereotip yang melekat pada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam konteks sosial Indonesia, masyarakat NTT sering kali dihadapkan pada stigma inferioritas kultural yang berkembang akibat konstruksi sosial, media, dan sejarah kolonialisme. Stand-up comedy, khususnya yang dilakukan oleh komedian asal NTT seperti Abdur Arsyad dan Jerry, menjadi medium untuk membongkar stereotip ini melalui penggunaan humor berbasis pengalaman lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk menganalisis bagaimana tanda-tanda verbal dan non-verbal dalam komedi tunggal merepresentasikan serta menegosiasikan identitas budaya masyarakat NTT. Melalui analisis video pertunjukan stand-up comedy, penelitian ini mengeksplorasi makna denotatif, konotatif, dan mitologis dalam materi humor yang disampaikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor berfungsi sebagai alat kritik sosial yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengubah persepsi publik terhadap masyarakat NTT. Komedian menggunakan strategi ironi, hiperbola, dan pembalikan makna untuk mengkritik ketidakadilan sosial serta menantang stereotip yang telah mengakar. Namun, dalam beberapa kasus, humor juga memiliki potensi untuk memperkuat stereotip jika tidak disampaikan dengan strategi kritis yang tepat. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang humor sebagai bentuk komunikasi strategis dalam membangun narasi yang lebih inklusif serta menegaskan pentingnya kesadaran kritis dalam konsumsi komedi.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Komedi tunggal, resistensi semiotik, stereotip, identitas budaya, humor kritis, Nusa Tenggara Timur&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>thesis</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Business Communication Management</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2025</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Emanuella Ta Rebo</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Dr. Puspitasari</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S2.BCM.014.25</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S202771SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy.</sublocation>
    <shelfLocator>S2.BCM.014.25</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>cover_thesis.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10081</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 15:38:19</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 11:55:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>