Image of ANALISIS PENYESUAIAN GAYA KOMUNIKASI ANTAR KARYAWAN BEDA GENERASI DALAM BUDAYA ORGANISASI: STUDI KASUS UMA OMA CAFE

Text

ANALISIS PENYESUAIAN GAYA KOMUNIKASI ANTAR KARYAWAN BEDA GENERASI DALAM BUDAYA ORGANISASI: STUDI KASUS UMA OMA CAFE



Setiap budaya memiliki pola komunikasi yang unik, mencerminkan nilai dan norma sosial yang dianut masyarakatnya. Budaya komunikasi di Indonesia menekankan penghormatan terhadap hierarki dan usia, sehingga generasi muda terbiasa menggunakan bahasa yang lebih formal saat berinteraksi dengan yang lebih tua. Sebaliknya, budaya Barat lebih menekankan kesetaraan dalam komunikasi, memungkinkan interaksi yang lebih santai tanpa mempertimbangkan perbedaan usia atau jabatan. Perbedaan ini juga terjadi dalam lingkungan kerja multigenerasi. Generasi yang lebih tua mempertahankan komunikasi yang lebih formal, sedangkan generasi muda lebih fleksibel dan mengandalkan teknologi digital dalam berkomunikasi. Kesenjangan ini dapat memengaruhi efektivitas interaksi dalam organisasi, termasuk di Uma Oma Cafe yang menerapkan budaya kekeluargaan dengan karyawan dari berbagai generasi.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta wawancara tidak terstruktur sebagai teknik pengumpulan data. Pendekatan paradigma konstruktivisme diterapkan untuk memahami pengalaman subjektif karyawan. Organizational Culture Theory (OCT) digunakan untuk menganalisis budaya organisasi, sedangkan Communication Accommodation Theory (CAT) membantu memahami strategi adaptasi komunikasi antar generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briefing pagi memiliki peran sentral dalam membangun komunikasi yang inklusif. Manajer berperan sebagai fasilitator utama yang menjembatani komunikasi antar generasi, memastikan bahwa perbedaan gaya komunikasi tidak menjadi hambatan dalam interaksi kerja. Karyawan menyesuaikan cara berkomunikasi dengan strategi konvergensi dan divergensi agar interaksi berjalan efektif. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa budaya kekeluargaan di Uma Oma Cafe memungkinkan penyesuaian komunikasi terjadi secara alami. Lingkungan kerja yang terbuka dan adaptif membantu mengatasi kesenjangan komunikasi antar generasi, menciptakan interaksi harmonis, serta memperkuat efektivitas kerja tim dalam organisasi.

Kata Kunci: Budaya Organisasi, Penyesuaian Gaya Komunikasi, Generasi, Komunikasi Antar Generasi.


Availability

S202754SPS2.CC.028.25Hanya Tersedia Softcopy.Available

Detail Information

Series Title
-
Call Number
S2.CC.028.25
Publisher LSPR : Jakarta.,
Collation
-
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
NONE
Content Type
text
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility

Other version/related

No other version available




Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this