Image of STRATEGIC SILENCE SEBAGAI MANAJEMEN KRISIS BRAND Y DALAM MENGHADAPI BOIKOT AKIBAT KONFLIK ISRAEL-PALESTINA

Text

STRATEGIC SILENCE SEBAGAI MANAJEMEN KRISIS BRAND Y DALAM MENGHADAPI BOIKOT AKIBAT KONFLIK ISRAEL-PALESTINA



Di tengah pusaran konflik Israel-Palestina yang memicu gelombang boikot global, brand Y memilih jalan yang berbeda. Penelitian ini mengkaji secara mendalam strategi komunikasi krisis Strategic silence yang diterapkan brand Y dalam menghadapi tekanan publik. Strategic silence sebagai sebuah pendekatan komunikasi krisis masih belum banyak dieksplorasi dalam literatur, terutama dalam konteks merek global yang beroperasi di pasar dengan sensitivitas budaya yang tinggi. Mengapa diam menjadi pilihan?

Analisis data kualitatif mengungkap bagaimana brand Y dengan cermat menimbang faktor situasional, dari lanskap kompetitor hingga sentimen publik dan budaya lokal, sebelum akhirnya memutuskan untuk tidak terlibat dalam pusaran perdebatan. Temuan ini membuka wawasan baru tentang efektivitas Strategic silence sebagai strategi komunikasi krisis yang kontekstual, terutama bagi merek-merek yang beroperasi di pasar dengan sensitivitas budaya yang tinggi, sekaligus memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teori komunikasi krisis yang selama ini didominasi oleh pendekatan reaktif. Penelitian ini juga ingin memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teori komunikasi krisis, khususnya dalam memahami bagaimana faktor-faktor situasional dapat memengaruhi pengambilan keputusan dalam situasi krisis.


Kata Kunci:komunikasi krisis, strategic silence, brand multinasional




Availability

S202738SPS2.CC.013.25Hanya Tersedia Softcopy.Available

Detail Information

Series Title
-
Call Number
S2.CC.013.25
Publisher LSPR : Jakarta.,
Collation
-
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
NONE
Content Type
text
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility

Other version/related

No other version available


File Attachment



Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this