<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10045">
 <titleInfo>
  <title>MAKNA SOSIAL BIJAK DEMOKRASI SEBAGAI GERAKAN PENDIDIKAN POLITIK DI MEDIA SOSIAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fira Santika</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Media sosial, terutama Instagram menjadi sumber utama informasi politik&#13;
bagi generasi muda di Indonesia. Di balik potensi tersebut, media sosial juga&#13;
menghadapi persoalan serius berupa disinformasi dan minimnya akun edukasi&#13;
politik yang netral dan independen. Dalam konteks ini, hadir akun&#13;
@bijakdemokrasi.id yang berupaya menyajikan informasi politik secara kritis,&#13;
mudah dipahami dan bebas dari afiliasi kelompok tertentu. Adanya&#13;
disinformasi di media sosial menunjukkan perlunya kajian mengenai&#13;
bagaimana platform pendidikan politik mengonstruksi makna sosial dan&#13;
melibatkan audiens yang beragam. Studi ini bertujuan untuk memahami&#13;
makna sosial Bijak Demokrasi dan pembentukannya melalui sumber daya&#13;
semiotik dalam komunikasi politik yang informatif dan persuasif. Dengan&#13;
menggunakan teori semiotika sosial Theo van Leeuwen, analisis&#13;
mempertimbangkan empat dimensi (wacana, genre, gaya, modalitas) dan&#13;
empat kategori sumber daya semiotik: pengelola akun, followers, non-&#13;
followers, dan individu yang apatis terhadap politik. Temuan menunjukkan&#13;
bahwa Bijak Demokrasi berhasil membangun citra sebagai ruang edukasi&#13;
politik yang netral, kritis, dan mudah diakses bagi kaum muda, meningkatkan&#13;
pemahaman dan keterlibatan politik di kalangan followers melalui visual yang&#13;
konsisten, bahasa yang menarik, dan konten berbasis data. Namun,&#13;
efektivitasnya belum optimal dalam menjangkau kelompok non-followers dan&#13;
kelompok apatis, yang menganggap konten politik terlalu berat. Penelitian ini&#13;
berkontribusi pada pengembangan strategi komunikasi politik berbasis media sosial yang lebih inklusif dan berfungsi sebagai referensi bagi gerakan&#13;
independen dalam membentuk makna sosial melalui pendekatan semiotik.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Media Sosial; Pendidikan Politik; Semiotika Sosial&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>thesis</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Corporate Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Fira Santika</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2025</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Dr J A Wempi</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S2.CC.011.25</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S202737SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Hardcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S2.CC.011.25</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>cover_thesis.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10045</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 10:28:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 11:37:07</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>