<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10009">
 <titleInfo>
  <title>Representasi Perempuan Pada Media Sosial Tiktok @Nutrilonofficialstore</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Florence Cinta Laksmana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dalam iklan Nutrilon Royal dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang mencakup sign, object, dan interpretant. Konten video yang terdapat pada akun @nutrilonofficialstore ini menampilkan talent perempuan yang mempunyai bentuk badan “berisi” dan merepresentasikan sosok perempuan yang realistis, hangat, dan kredibel. Berbeda dari citra perempuan dalam iklan pada umumnya yang cenderung memakai standar kecantikan, visual dalam konten ini membentuk sebuah makna baru tentang representasi perempuan yang lebih dekat dengan realitas audiens, khususnya para ibu. Melalui analisis ini, penelitian ini menemukan bahwa bentuk tubuh dan visual talent bukan hanya berguna sebagai sebuah media penyampai pesan suatu produk, tetapi juga simbol dari kepercayaan, profesionalisme, dan kedekatan emosional. Namun, meskipun representasi visual dalam konten ini sudah menunjukkan langkah yang berbeda dengan menghadirkan perempuan dari beragam bentuk tubuh dan penampilan yang lebih realistis, sayangnya peran yang ditampilkan masih terbatas pada perempuan sebagai tokoh utama dalam pengasuhan anak. Konten-konten tersebut belum banyak menunjukkan keterlibatan pasangan, seperti ayah, maupun anggota keluarga lainnya dalam proses pengasuhan. Padahal, dalam kehidupan nyata, pengasuhan anak sering kali melibatkan kerja sama antara kedua orang tua atau dukungan dari keluarga besar. Oleh karena itu, akan menjadi langkah yang lebih progresif dan relevan jika ke depannya brand dapat mengembangkan narasi yang menampilkan bentuk pengasuhan yang lebih setara dan kolaboratif. Representasi ini dinilai mampu membangun hubungan yang lebih personal antara brand dan konsumennya, sekaligus menantang standar kecantikan di media sosial.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: representasi perempuan, iklan Nutrilon Royal, semiotika Peirce, komunikasi visual, standar kecantikan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Prof. Rajab Ritonga</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations &amp; Digital Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2025</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Skripsi-Kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Florence Cinta Laksmana</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PRDC.056.25</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S103128SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PRDC.056.25</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10009</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-06 14:28:58</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-07 14:05:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>