<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10003">
 <titleInfo>
  <title>Strategi Manajemen Reputasi Arif Muhammad Ditengah Berita Negatif</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Diahayu Wardani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Reputasi menjadi faktor yang dapat meningkatkan dan mempertahankan eksistensi suatu bidang atau personal termasuk konten kreator. Salah satu konten kreator yang memanfaatkan media sosial untuk membangun dan memperbaiki citra diri adalah Arif Muhammad atau dikenal dengan Mak Beti. Pada tahun 2022 Arif Muhammad mendapatkan kecaman serta aksi boikot dari organisasi masyarakat islam akibat salah satu konten Youtubenya berjudul Cinta Beda Agama yang membuat Arif harus melakukan manajemen reputasi untuk mempertahankan eksistensinya di dunia digital. Metode yang digunakan merupakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan narasumber, keluarga, penggemar dan wawancara ahli. Data sekunder diperoleh dari sumber lain seperti artikel, jurnal dan konten YouTube. Dalam penelitian ini berdasarkan teori perbaikan citra diri William., L. Benoit ditemukan bahwa Arif Muhammad menggunakan menjalankan 4 strategi yang terdiri dari sebagai berikut; menghindari tanggung jawab, melakukan reducing offensiveness, melakukan strategi tindakan korektif dan meminta maaf secara terbuka melalui video klarifikasi. Hal ini menunjukan strategi yang tepat karena citra diri Arif Muhammad dapat membaik dengan bukti Arif Muhammad masih eksis dalam membuat konten YouTube. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya manajemen reputasi di era digital dan bagiaman seseorang individu mampu mengelola persepsi publik terhadap merela.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Improvement Strategy, Reputation Management, Crisis Communication</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations &amp; Digital Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2025</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Skripsi-Kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Ari S. Widodo, Ph.D.</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Diahayu Wardani</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PRDC.040.25</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S103122SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PRDC.040.25</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10003</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-06 12:54:45</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-07 10:39:57</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>