<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9915">
 <titleInfo>
  <title>Disonansi Kognitif Generasi Z :</title>
  <subTitle>Antara Sustainable Fashion Dan Tekanan Tren Fomo</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salu Rahmadania</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kesadaran lingkungan, Fear of Missing Out (FOMO), dan disonansi kognitif saling berinteraksi secara kompleks dalam membentuk perilaku konsumtif Generasi Z (Gen Z). Media sosial memainkan peran penting dalam memperkuat FOMO melalui eksposur konstan terhadap tren dan standar sosial yang tinggi, mendorong individu untuk melakukan pembelian impulsif demi validasi sosial. Penelitian ini menggunakan teori disonansi kognitif dari Festinger (1957) sebagai landasan untuk mengeksplorasi bagaimana Gen Z merasionalisasi keputusan konsumsinya agar tetap sesuai dengan ekspektasi sosial, meskipun bertentangan dengan nilai keberlanjutan yang mereka yakini. Pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan empat narasumber digunakan untuk mengkaji perbedaan tingkat kesadaran lingkungan, motivasi konsumsi, dan strategi penyelarasan nilai serta tindakan. Hasil menunjukkan bahwa tekanan sosial dan pengaruh algoritma media sosial menjadi hambatan utama bagi Gen Z dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Sebagian narasumber berhasil menyelaraskan nilai dan perilaku melalui gaya hidup minimalis dan pemilihan produk yang bertanggung jawab, sementara lainnya masih berjuang menghadapi disonansi antara idealisme keberlanjutan dan kebutuhan untuk diterima secara sosial. Studi ini menekankan pentingnya edukasi, peran media, dan strategi komunikasi publik untuk mendorong konsumsi yang lebih bertanggung jawab di kalangan Gen Z.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Mode Berkelanjutan, Mode Cepat, Ketakutan Ketinggalan (FOMO), Disonansi Kognitif, dan Tren.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Public Relations &amp; Digital Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2025</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Skripsi-Kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Dr. Joe Harrianto Setiawan.</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Salu Rahmadania</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.PRDC.143.25</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S103033SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.PRDC.143.25</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9915</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-02 13:44:11</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-06 10:56:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>