<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9517">
 <titleInfo>
  <title>Representasi Dampak Kebijakan Totaliter Terhadap Hak Asasi Manusia:</title>
  <subTitle>Analisis Semiotika Barthes Pada Serial The Man in The High Castle Season 4 (2019)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Thyara Puspita Amanda Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR Jakarta</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi dampak kebijakan totaliter terhadap hak asasi manusia dalam serial The Man in The High Castle Season 4 (2019). Serial ini menawarkan realitas alternatif di mana Nazi Jerman dan Kekaisaran Jepang memenangkan Perang Dunia II dan membagi kekuasaan atas wilayah Amerika Serikat. Penelitian ini memfokuskan analisis pada tanda-tanda visual dan naratif yang merepresentasikan penindasan, pengawasan, kekerasan struktural, serta penghapusan identitas individu dan budaya sebagai akibat dari kekuasaan totaliter. Metode yang digunakan adalah analisis semiotika Barthes, yang mencakup tiga tingkat makna yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serial ini merepresentasikan kebijakan totaliter sebagai kekuatan yang dapat menghilangkan hak-hak asasi manusia, terutama dalam hal kebebasan berekspresi, identitas budaya, dan hak atas kehidupan. Representasi itu dibangun melalui elemen-elemen visual seperti simbol totaliter, media propaganda, sistem pengawasan teknologi tinggi, serta melalui jalan cerita yang menggambarkan karakter-karakter yang mengalami perlakuan tidak manusiawi. Penelitian ini menunjukkan bagaimana media populer dapat menjadi ruang reflektif untuk memahami bahaya kekuasaan totaliter dan urgensi penegakan hak asasi manusia di dunia nyata.&#13;
&#13;
Kata Kunci:totalitarianisme, hak asasi manusia, semiotika Barthes, representasi, The Man in The High Castle Season &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>International Relations Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2025</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Skripsi-Kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Daniari Setiawati, M.Si.</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Thyara Puspita Amanda Putri</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.IRC.043.25</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S102641SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy.</sublocation>
    <shelfLocator>S1.IRC.043.25</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>cover_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9517</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-19 11:05:45</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-19 11:09:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>