<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7426">
 <titleInfo>
  <title>Representasi Makna Self-acceptance dalam Drama True Beauty</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yasya Nuril Alima</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Drama Korea bisa disebut sebagai komunikasi massa yang populer karena terbukti menaiknya jumlah penonton selama pandemi COVID-19. Salah satu drama Korea yang populer di Indonesia adalah True Beauty. Keunikan alur cerita True Beauty yang mengandung banyak permasalahan masyarakat di dunia menjadi daya tarik drama tersebut. True Beauty menceritakan kisah kehidupan seorang remaja perempuan bernama Ju Gyeong yang selalu mendapatkan bullying karena wajahnya yang tidak cantik. Hingga suatu saat Ju Gyeong merasa riasan wajah adalah suatu kewajiban baginya untuk meningkatkan rasa percaya diri atas penampilan wajahnya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tanda dalam drama True Beauty yang menunjukkan makna self-acceptance, dan mengetahui makna tanda tersebut. Secara garis besar, penelitian ini bertujuan untuk menemukan representasi self-acceptance dalam drama True Beauty. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan metode analisis semiotika Christian Metz. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah data primer yaitu drama True Beauty episode 1, 2, 5, 6, 9, dan 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi makna self-acceptance yang digambarkan dalam drama True Beauty adalah kondisi dimana seseorang merasa percaya diri dan berani untuk tampil dengan wajah apa adanya tanpa riasan wajah, mengakui kekurangan pada penampilannya dan yakin terhadap bagaimanapun penampilan yang dimiliki.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Mass Communications</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Rani Chandra Oktaviani, M.Si</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2022</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Yasya Nuril Alima</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.MC.026.22</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S101531SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy.</sublocation>
    <shelfLocator>S1.MC.026.22</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>cover_thesis.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7426</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-10 14:05:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-15 15:23:21</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>