<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5179">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS REPRESENTASI FEMINISME DALAM&#13;
VIDEO MUSIK RED VELVET – “BAD BOY”</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dessy Taniwan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Computer File</form>
  <extent>-</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Budaya patriarki yang sudah muncul sejak 5.000 tahun yang lalu telah melahirkan masyarakat dengan norma seksis, yakni ketidaksetaraan gender dimana pria berperan sebagai dominan dan wanita sebagai subordinat. Konstruksi budaya yang menganggap bahwa maskulinitas lebih tinggi dan kuat daripada feminitas yang lemah membuat kaum pria menindas kaum wanita, termasuk dalam aspek seksual. Budaya seksisme secara seksual ini kemudian melahirkan pola pikir wanita sebagai objek seksual semata yang dijadikan komoditas untuk memuaskan hasrat seksual pria. Penjualan dan perbudakan seks (sex trafficking and slavery) pun kini sudah menjadi isu global yang memprihatinkan. Gerakan feminisme yang muncul untuk menyuarakan keadilan dan kesetaraan gender terutama bagi wanita pun bermunculan. Salah satu sarana untuk berekspresi adalah melalui new media dan musik, yaitu YouTube dan K-Pop. Red Velvet sebagai grup idol asal Korea Selatan yang memiliki prestasi baik dalam industri K-Pop yang mendunia kemudian mengeluarkan lagu beserta video musik berjudul “Bad Boy” pada tahun 2018. Dengan penelitian kualitatif berteknik analisis semiotika Roland Barthes, penulis menemukan representasi berbagai aliran feminisme dalam video, terutama radikal-kultural, yang menggambarkan penghancuran sex trafficking and slavery serta kemerdekaan bagi wanita. Implikasi penelitian ini adalah diharapkan adanya penelitian baru dengan teori dan perspektif yang berbeda, serta penelitian produk new media lain yang berkaitan dengan isu-isu penting di dunia yang kurang diperhatikan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Representasi, semiotika, feminisme, video musik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Mass Communications</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Lestari Nurhajati</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2020</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Dessy Taniwan</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.MC.022.20</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100710SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.MC.022.20</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5179</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-26 09:19:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-26 09:19:24</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>