<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2249">
 <titleInfo>
  <title>Diplomasi Lingkungan Hidup Indonesia-Norwegia Melalui Redd+ Agreement</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pramesti Cahyani Hedhi Ningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Seiring  meningkatnya  kesadaran  masyarakat  dunia,  isu  lingkungan hidup  menjadi  salah  satu  isu  yang  penting  untuk  dibicarakan  di  tingkat internasional.   Deforestasi   dan   degradasi   lahan   yang   diakibatkan   oleh aktivitas  manusia,  merupakan  salah  satu  isu  penting dalam  lingkungan. Indonesia  merupakannegara  yang  memiliki  hutan  tropis  yang  sangat  luas menunjukkan  komitmenya  untuk menekan  emisi  yang  dihasilkan. Komitmen Indonesia  dilihat strategis oleh  Norwegia  sebagai  negara  yang  peduli  akan lingkungan   hidup   sehingga   disepakati kerjasama   internasional   melalui REDD+ agreement. REDD+  memiliki  tujuan  untuk  mengurangi  emisi  yang dihasilkan oleh deforestasi dan degradasi hutan. Penelitian ini menggunakan metode   kualitatifdan melihat   bagaimana   diplomasi   lingkungan   hidupIndonesia-Norwegia,  yang  dikaji  menggunakan  6  kunci  elemen  diplomasi.Hasil   penelitian   menunjukkan   bahwa pelaksanaan kerjasama   REDD+ Indonesia-Norwegia    belum    optimal,    REDD+    dilakukan atas    dasar kepentingan  nasional  kedua  negara dan  dilihat  bahwa  REDD+  mengalami keterlambatan dalam mencapai target yang seharusnya dipenuhi pada tahun 2016,  hal  ini  dikarenakan  oleh  Indonesia  belum  mampu  memenuhi  syarat yang  diberikan  Norwegia  untuk  mendirikan institutional  set  up.  Namun, Indonesia  dan  Norwegia  tetap  melanjutkan  kerja  sama  untuk  mencapai target yang telah disepakati.&#13;
Kata kunci:Lingkungan hidup, REDD+, diplomasi lingkungan hidup</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>international relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2018</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Pramesti Cahyani Hedhi Ningsih</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.IR.46.2018</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100398SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S1.IR.46.2018</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2249</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-23 16:41:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-30 14:01:59</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>