<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2196">
 <titleInfo>
  <title>Pandangan Kaum Perempuan Indonesia  atas Representasi Pemberdayaan Perempuan dalam Film Dokumenter He Named Me Lalala</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hellen Rosana Sari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Film   dikenal   memiliki   kapabilitas   mempengaruhi   serta   membantu seseorang untuk menciptakan sebuah persepsi terhadap suatu kejadian atau fenomena.  Film  juga  dapat  memotivasi  dan  memberikan  inspirasi  bagi  para penontonnya. Film dokumenter He Named Me Malalamenceritakan seorang perempuan  hebat  asal  Pakistan,  bernama  Malala  Yousafzai  yang berjuang untuk  tetap  bersekolah,  kisah  perjuangannya  serta  keberaniannya  dinilai mampu memotivasi  dan menginspirasi  banyak  kaum  perempuan. Penelitian ini terfokus pada bagaimana Malala, sosok perempuan hebat asal Pakistan, dapat menciptakan sebuan persepsitentang Women Empowermentdi antara perempuan   Indonesia,   yang   saat   ini   sudah   diberikan   lebih   banyak kemudahan   dalam   akses   pendidikan.   Menggunakan   metode   Kualitatif Deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan teori representasi, persepsi, dan konsep Women Empowerment,   sebagai   metode   analisa   dalam   penelitian   ini.   Hasilnya menunjukkan,  Malala  mampu  memotivasi  dan  menginspirasi  perempuan indonesia, dan tidak mustahil Indonesia di masa depan akan memiliki banyak tokoh perempuan hebat yang dapat membawa Indonesia ke arah perubahan yang lebih baik.&#13;
Kata kunci: Film, Women Empowerment, Malala Yousafzai, Persepsi, Representasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>international relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2018</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Hellen Rosana Sari</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.IR.22.2018</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100371SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S1.IR.22.2018</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2196</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-23 13:23:13</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-18 15:11:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>