<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1391">
 <titleInfo>
  <title>Strategi Komunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam Penanganan Penyebaran Informasi Hoaks di Media Sosial</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mariam Fatima Barata</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR Jakarta</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengungkap seluruh tahapan strategi komunikasi yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam menangani ancaman informasi hoaks di media sosial. Karena saat ini banyak yang menganggap berita hoaks adalah benar tanpa dipikir kembali kebenaran informasi tersebut . Hoaks sudah melanda bukan saja di Indonesia tetapi sudah mendunia. Hoaks menyebar dengan mudah melalui media sosial ataupun dari situs (website).Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk memahami fenomena tentang apa yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam penanganan informasi hoaks. Peneliti mencoba untuk memperoleh informasi dengan wawancara dan dokumentasi yang kemudian mendeskripsikan, dan selanjutnya menganalisa data yangdiperoleh.Dalam menganalisa setiap tahapan strategi komunikasi yang di aplikasikan diatas, peneliti menggunakan teori Goal, Plans, dan Action (GPA) yang diciptakan oleh James Dillard. Tujuannya, mengetahui setiap detail proses komunikasi yang dilakukan kementerian dalam memberantas informasi hoaks di media sosial.Meskipun penanganan informasi hoaks sudah dilakukan oleh Kemenetrian Kominfo, namun berdasarkan hasil penelitian ini menemukan bahwa dalam menangani informasi hoaks di media social setiap satuan kerja bekerja sendiri tanpa koordinasi yang jelas. Hal ini karena Kementerian Kominfo belum mempunyai Strategi komunikasi yang komprehensif dan terintegrasi. Padahal sebagai instansi pemegang kebijakan yang menangani komunikasi dan informatika harus mampu menyelesaikan masalah ini.&#13;
Kata Kunci : Strategi Komunikasi, hoaks ,dan media sosiial</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>thesis</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Government Public Relation</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <name>Mariam Fatima Barata</name>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S2.370.030.19</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S200102SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S2.370.030.19</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1391</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-06 14:12:02</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-23 15:32:21</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>