<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1390">
 <titleInfo>
  <title>Representasi Black Feminism dalam Film Hidden Figures</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jakarudi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hidden Figures merupakan sebuah film yang diangkat berdasarkan kisah nyata yang menceritakan tentang tiga perempuan kulit hitam keturunan Afrika-Amerika yang membantu NASA (National Aeronautics and Space Administration) dalam space race, yaitu Katherine G. Johnson, Mary Jackson, dan Dorothy Vaughan. Menggunakan latar waktu 1960-an, ketiga perempuaniniharus berjuang bersamaan dengan iklim segregasi yaitu pemisahan berdasarkan ras atau warna kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami teori black feminismmenurut perspektif Patricia Hill Collins dalam film tersebut. Adapun penelitian ini menggunakan teori tambahan yaitu face-negotiationdengan paradigma kritis dan menggunakan metode kualitatif. Dengan menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills, hasil penelitian ini adalah film Hidden Figures merepresentasikan black feminism menurut Patricia Hill Collins dengan menggambarkan diskriminasi berupa rasisme, seksime, dan klasisme yang dialami oleh Katherine G. Johnson, Mary Jackson, dan Dorothy Vaughan. Dalam situasi tersebut, ketiga tokoh ini berusaha melawan diskriminasi tersebut dengan self-definition, namun tidak dilakukan di dalam safe spacesyang disinggung oleh Collins. Dalam menangani konflik yang diterimanya, ketiga perempuan kulit hitam ini tidak berusaha menghindari konflik (avoiding style), namun menggunakan pendekatan negosiasi dengan gaya compromising styleyang menghasilkan keuntungan bagi kedua belah pihak (win-win solution) antara perempuan kulit hitam dan laki-laki kulit putih.&#13;
Kata kunci: Black Feminism, Self-definition, Safe Spaces, Face-negotiation&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>thesis</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ICBD</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <name>Jakarudi</name>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S2.370.020.19</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S200101SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S2.370.020.19</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi_dan_tesis_untuk_elibrary.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1390</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-06 14:07:20</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-30 14:09:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>